Pupuk Organik

Salah satu petani di desa Karangmelok yang telah banyak memiliki inovasi di bidang pertanian dan telah mendapatkan juara I pemilihan petani teladan Jawa Timur 2013 ialah Bapak Buharto. Bapak Buharto adalah seorang warga yang telah sukses mengembangkan pertanian organik sejak tahun 2008 bersama dengan Kelompok Tani Karya Tani 2 di Desa Karang Melok. Semua produk-produk unggulan merupakan hasil formulasi dari Bapak Buharto yang juga sering dikenal dengan “FORBU (Formula Buharto)”. Produk-produk unggulan yang telah banyak dikenal, baik secara lokal hingga mencakup internasional diantaranya pupuk organik cair dan padat, agen hayati, formulasi probiotik untuk pakan ternak, beras sehat, tepung beras sehat dan kefir.

Pupuk organik cair dan padat yang di produksi oleh Bapak Buharto bersama Kelompok Tani Karya Tani 2 berasal dari urin dan kotoran sapi dari peternakan sapi yang dikelola di sekitar tempat pengolahan dan dari peternakan di sekitar desa serta sampah-sampah organik yang dibuang secara cuma-cuma oleh warga di tempat pengolahan pupuk. Pupuk organik dibuat dengan beberapa campuran bahan alami  lain yang kemudian dicampur kembali dengan EM4 yang berguna dalam proses fermentasi dan berguna untuk pertumbuhan tanaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas dari tanaman budidaya serta dapat memperbaiki kualitas tanah. Pupuk organik yang menggunakan kotoran hewan lebih memiliki efek samping yang tinggi dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Pupuk organik tidak akan memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan meskipun dalam jangka waktu yang panjang. Pembuatan pupuk organik memerlukan mikroorganisme efektif seperti bakteri. Bakteri ini dalam pembuatan pupuk akan bekerja dalam proses fermentasi dalam pembuatan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik merupakan salah satu cara untuk mengurangi dampak dari pemakaian pupuk kimia yang banyak menimbulkan masalah bagi lingkungan dan kesehatan.

Selain pupuk organik, produk pertanian yang banyak dilirik oleh para penggiat pertanian adalah agen hayati yang pernah diklaim oleh salah satu institut pendidikan di Indonesia. Agen hayati ini dikenal dengan bakteri merah yang merupakan salah satu jenis bakteri entomopatogen oportunistik gram negatif hasil dari eksplorasi WBC (wereng batang coklat). Bakteri merah ini telah banyak di pesan oleh para petani di Indonesia maupun petani mancanegara.

Pemasaran  produk-produk dari hasil formulasi Bapak Buharto dipasarkan melalui mulut ke mulut tanpa adanya proses pemasaran melalui sosial media dan sebagainya. Produk hanya bisa di dapatkan di tempat pengolahan milik Bapak Buharto bersama dengan Kelompok Tani Karya Tani 2. Namun, meski hanya melakukan pemasaran dari mulut ke mulut produk hasil formula Bapak Buharto telah tersebar hampir ke seluruh wilayah Indonesia dan bahkan sampai ke luar negeri.

0 0 0
Lewat ke baris perkakas