Sejarah

 

Desa Karangmelok dibentuk pada tahun 1926 dari wilayah Desa Suradadi Barat. Desa Suradadi Barat dibagi menjadi 4 wilayah yaitu Karangmelok, Menyer, Selamben dan Gerepek. Pemilihan kepala Desa Karangmelok pertama terjadi pada tahun 1970 dan yang terpilih adalah Bapak Arifudin Said. Nama Karangmelok berawal dari orang madura yang membuka lahan dari hutan untuk tempat tinggal. Orang Madura tersebut membuka lahan dengan cara membabad hutan. Ketika sedang membabad hutan, orang madura tersebut melihat sebuah cahaya/sinar yang berkelap-kelip dari kejauhan atau melok-melok jika orang madura menyebutnya, sinar tersebut tidak terlalu terang atau redup. Sinar tersebut terlihat pada sebidang tanah yang tidak terlalu luas atau orang saat ini menyebutnya pekarangan yang dapat disingkat menjadi karang.

Desa Karangmelok dibentuk/dibabad oleh orang madura sehingga nama desa tersebut berasal dari Bahasa Madura. Karangmelok terdiri dari dua unsur kata, yaitu karang dan melok. Karang dalam Bahasa Madura mengandung makna “sebidang tanah yang berfungsi sebagai tempat untuk bangunan rumah atau bangunan lainnya”, sedangkan Melok dalam bahasa Madura mengandung makna “bersinar atau kelihatan sinarnya dari kejauhan”. Pada dasarnya penulisan kata melok yang benar adalah mellok, namun karena kebiasaan orang Madura yang menyingkat kata, penulisan kata mellok mengalami perubahan penulisan menjadi melok. Jadi dapat disimpulkan bahwa Karangmelok berarti “sebidang tanah yang kelihatan bersinar dari kejauhan”.

0 0 0
Lewat ke baris perkakas